Home / Berita Terbaru / Seminar Nasional: “Pendidikan Transformatif dalam Kurikulum Merdeka”

Seminar Nasional: “Pendidikan Transformatif dalam Kurikulum Merdeka”

PPG FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang didukung oleh perguruan tinggi mitra Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Seminar bertema “Pendidikan Transformatif dalam Kurikulum Merdeka” menghadirkan para narasumber Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., Prof. Dr. Temu Ismail, M.Pd., Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D, dan Dr. Heri Maria Zulfiati, M.Pd. serta 111 pemakalah pendamping.

Dalam sambutannya Rektor UST, Prof. Drs. H. Pardimin, M.Pd., Ph.D. menyampaikan ucapan terima kasih kepada para rektor perguruan tinggi mitra yang secara kolaboratif menjalin kerja sama dalam kegiatan akademis.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kaprodi PPG dan Dekan FKIP yang secara periodik menyelenggarakan kegiatan ilmiah bersama dengan perguruan tinggi mitra,” ujarnya.

Dalam paparannya, Suryani menyampaikan bahwa secara umum pembelajaran berusaha mewujudkan tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menerapkan kurikulum merdeka.

“Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung visi dan misi presiden untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berpepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila,” jelas Suryani.

Temu Ismail dalam paparannya menyampaikan bahwa peserta didik merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan sangat produktif dan berharga, sehingga perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan baik agar berkualitas, menjadi insan berkarakter, cerdas,  kompetitif, dan menjadi bonus demografi.

“Dalam pendidikan terdapat dua dimensi yang konservatif yang tidak berubah, seperti Pancasila dan kebudayaan. Pendidikan antisipatif merupakan perubahan kompetensi yang mengadaptasi kebutuhan zaman, sehingga tumbuh manusia Indonesia yang berkarakter,” urai Temu Ismail.

Paparan T Sarkim, membuka wawasan mengenai transformasi pendidikan dengan menyampaikan paparan secara umum dan khusus dalam bidang pendidikan guru. Paparan yang kompresensif disampaikan dengan merujuk beragam sumber, termasuk Ki Hadjar Dewantara dan Driyarkara sebagai dua pendekar dalam bidang pendidikan Indonesia.

“Transformasi mengasumsi pembelajar diajak untuk bernalar kritis, mandiri, dan kreatif,” ujar Sarkim.

Heri Maria dalam paparannya antara lain menekankan pada berkembangnya kodrat alam secara maksimal. Ia menggunakan analogi lingkungan budaya rural agraris bahwa pendidik dianalogikan sebagai juru tani.

“Seorang petani yang menanam padi tentu berusaha agar bertumbuh menjadi padi yang unggul dan bukan tumbuh menjadi suket teki,” jelas Heri Maria.

Selesai pemaparan para narasumber dilanjutkan dengan diskusi yang berlangsung interaktif. Para peserta menampakkan semangat untuk menggali informasi dari para narasumber yang dapat direspons dengan baik (Tim PPG).

Check Also

Informasi Konfirmasi Kesediaan dan Lapor Diri PPG Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2022

Salam dan Bahagia.Yth. Calon Mahasiswa PPG PraJabatan Gel. 2 Tahun 2022 LPTK Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *